Nenek Moyangku Seorang Pelaut

Sewaktu SD kita menyanyikan lagu:

Nenek moyangku seorang pelaut,
gemar mengarung luas samudra,
menerjang ombak tiada takut,
menempuh badai sudah biasa.

Angin bertiup layar terkembang,
ombak berdebur di tepi pantai,
pemuda berani bangkit sekarang,
ke laut kita beramai-ramai.

Kemudian di pelajaran geografi kita juga mengetahui bahwa ternyata Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.480 pulau dan memiliki garis pantai terpanjang ke-empat di dunia sepanjang 95.181 km. Tidak heran, sedari kecil kita diajak untuk menyadari kekuatan bahari negara kita. Sebut saja kapal phinisi yang terkenal itu dan KRI Dewaruci yang sudah mengelilingi dunia adalah bukti nyata bahwa nenek moyang kita adalah pelaut tangguh.

Selain itu, letak Indonesia di garis khatulistiwa membuat negara kita dapat dikunjungi sepanjang tahun tanpa ada gangguan berarti dari perubahan cuaca. Bali, Pulau Dewata dengan paduan pantai-pantai indah dan kebudayaan yang kental tidak pernah sepi dikunjungi turis dalam negeri dan luar negeri. Di sebelahnya, ada Nusa Tenggara dengan Gili Trawangan-nya. Di dasar laut kita memiliki taman yang luar biasa, mulai dari Bunaken di Sulawesi Utara, Karimun Jawa di Jawa Tengah, sampai Kepulauan Raja Ampat di Papua. Kemudian ada juga danau unik dengan jutaan ubur-ubur di Derawan Kalimantan. Dan tidak ketinggalan, Pantai Nias yang merupakan surganya para peselancar.  Inilah Indonesia, zamrud khatulistiwa dengan kekayaan maritim yang “ruarrrrr” biasa.

 

One thought on “Nenek Moyangku Seorang Pelaut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s