City of Makassar

This slideshow requires JavaScript.

Fotografer: Meliza
Narator: Meliza

Cerita di balik lensa
Februari lalu saya diberi kesempatan untuk menginjakkan kaki pertama kalinya di Pulau Sulawesi, tepatnya kota Makassar dalam rangka pekerjaan kurang lebih selama 10 hari. Di akhir pekan saya menyempatkan ngiter dalam kota Makassar yakni: Pantai Losari, Museum Kota, Benteng Fort Rotterdam, Pelabuhan Paotere dan Karebosi. Hanya sedikit disayangkan tidak sempat melihat ‘sunset’ yang terkenal di Pantai Losari. Pada saat saya ke sana cuaca sedang tidak bersahabat (musim hujan). Tak apalah, masih ada waktu di masa mendatang :p Oh yes i’ll be back again for the travelling purpose!😀

Foto punya cerita
Ditilik dari sejarah, Makassar merupakan kota pelabuhan yang saat ini didiami oleh beberapa etnis besar seperti Makassar, Bugis, Toraja dan Mandar. Di zaman dulu, daerah ini merupakan daerah Kerajaan Gowa. Sebagai bentuk pertahanan kerajaan, maka Raja Gowa membangun Benteng yang disebut Benteng Ujung Pandang karena posisinya tepat diujung dan dulunya banyak tumbuhan pandan.

Bila dilihat dari atas bentuk benteng ini menyerupai badan penyu yang siap masuk ke laut, harapannya Kerajaan Gowa dapat berjaya di daratan dan lautan (penyu dapat hidup di darat dan laut). Namun, pada suatu saat, Belanda berhasil merebut Benteng ini, namanya pun berubah. Hingga sekarang benteng ini disebut Fort Rotterdam dan menjadi salah satu tempat wisata. Di dalamnya terdapat dua museum “La Galigo” yang berisi alat persenjataan dan sejarah kehidupan (mulai dari zaman batu hingga modern).

Ada dua semboyan dan satu budaya yang saya secara pribadi ‘terkesan’;”Ewako“, “Sekali Layar Terkembang Surut Kita Berpantang” dan budaya “Jamu Tamu”, tamu pulang harus berkesan. Oleh karena itu Anda akan dibawa mencicipi kuliner Makassar yang terkenal (Konro, Palubasa, Pisang Epe, Pisang Ijo, Sop Ikan, Ikan Bakar, Coto Makassar, Sop Saudara, Kapurung dan banyak lagi yang belum sempat saya cicipi, hehe).

PS: Lebihkan waktu kurang lebih sejam untuk menikmati gedung Bandara Hasanuddin yang memadukan seni, budaya dan alam, karya anak bangsa🙂

3 thoughts on “City of Makassar

  1. Pingback: City of Makassar | Jejak-jejak kaki kecil

  2. Bandara makasar emg bagus banget ya kak !! Pengen banget nginjakin kaki di sana lagi. Konsepnya mirip bandara changi huaahh😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s