Batu Layar Pegadung

This slideshow requires JavaScript.

Fotografer : semua yang ada di foto ini (edisi campur sari)
Narator : Meliza
Penata Gaya: semua yang ada di foto ini (edisi campur sari)
Model : semua yang ada di foto ini (edisi campur sari); Meliza, Lukman, Mba Tami, Mas Indra, Bang Nando, Linda, Torang.

Cerita di balik lensa

PS: “Mel, mau ikutan ga ke Kiluan?”
MS: “Hmm… mikir dulu ya. Kere nh habis jalan libur lebaran kemarin”

(googling ttg kiluan)
(tertarik ama ikan lumba2, pengen nginjakin kaki lagi di bagian selatannya sumatera dan pengen snorkling)

MS: “Ikuuuuuut….”

Begitulah awal dari petualangan ini dimulai. Karawaci – Merak – Bakauheni – Lampung – Kiluan – Pegadung.
Pegadung? Nama apa tuh? Saya gak googling sama sekali mengenai lokasi ini, jadi ga punya gambaran sebagus apa lokasi yang dituju, yang saya tahu hanya sebatas ke sana naik ojek (asumsi: jalan kecil), dan jalannya ga bagus (asumsi: ya paling kayak di skitaran imam bonjol krwaci). Kenyataan yang harus dihadapi: 1 jam naik ojek dengan kondisi jalan yang ga berbentuk, berbatu-batu, tanjakan dan turunan yang terjal bisa sampai 45 drjt, semuanya dilalui dengan motor yang seadanya. Saya kagum sama Mas-Mas Ojek (melebih kekaguman saya kepada juara F1 sekalipun yang menjuarai perlombaan di jalan mulus). Bersyukur banget jiwa raga masih selamat dan bisa berbagi kisah perjalanan ini😀

(cerita di balik lensa versi narator lain ada di sini ;))

Foto punya cerita

Dengan penuh perjuangan (disertai doa sepanjang jalan agar selamat sampai tujuan :p) kami berhasil tiba di Pantai Batu Layar Pegadung. Seluruh rasa lelah seolah terbayarkan melihat perpaduan pepohonan, batu, pantai, ombak dan langit biru. Sungguh besar mahakarya Tuhan! Ayo kita jaga negri yang indah ini.

Bagi saya, Lampung tak hanya bercerita tentang gajah dan lumba-lumba, pula tak hanya bercerita tentang pasir putih dengan segenap keindahan pemandangan bawah air tapi juga bercerita tentang keberanian, pengharapan dan perjuangan. Meski bukan saya yang secara langsung mengemudikan motor, itulah yang terpancar dari Mas Ojek yang motornya saya tumpangi. Butuh keberanian baginya yang ternyata kali pertama ‘ngojekin’ tamu ke sana. Ada pengharapan (seenggaknya ada bayaran ojek yang akan diterima) yang selalu menyemangati di tengah kekuatiran dan perjuangannya bisa ‘ngojekin’ saya dengan selamat.

Petualangan ini seolah mengatakan kepada saya supaya jangan takut dan hilang harapan, mantapkan langkah untuk terus berjuang meski jalan yang dilalui tidak mudah untuk dilalui! Di ujung jalan sana menanti sesuatu yang indah yang membuat kita tersenyum penuh syukur🙂

It is not the goal but the way there that matters, and the harder the way the more worthwhile the journey…

One thought on “Batu Layar Pegadung

  1. Pingback: Batu Layar Pegadung | Jejak-jejak kaki kecil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s