Leipzig, Kota Musik

This slideshow requires JavaScript.

Fotografer: Lukman
Narator: Lukman

Cerita di balik lensa
Leipzig, menunggu kuliah. Saya sungguh bersyukur untuk dapat berkuliah di Jerman😀. Untuk persiapan administrasi dan adaptasi saya tiba satu minggu lebih awal sebelum hari pendaftaran ulang. Untungnya beberapa administrasi bisa diselesaikan dalam waktu singkat dan saya punya waktu luang untuk melihat-lihat Kota Leipzig ^^. Demikianlah penjelajahan saya di kota ini dimulai.

Foto punya cerita
Ternyata Johann Sebastian Bach pernah tinggal dan berkarya di Leipzig! Bach bertugas sebagai “Thomaskantor” di Thomaskirche (Gereja St. Thomas). Dan ternyata tugasnya tidak hanya menyiapkan lagu baru setiap minggu untuk Misa/Kebaktian tetapi juga menyanyi.  Sebagai penghargaan atas pelayanan dan karya-karyanya selama bertugas, dibangunlah sebuah patung Bach di halaman Thomaskirche.

Dari Thomaskirche saya jalan-jalan di pusat kota dan menemukan banyak poster konser. Hebatnya, saya menemukan poster konser rekorder!! Selama ini dalam pikiran saya rekorder hanyalah alat musik mainan :p Dan hebatnya lagi konser ini gratis😀 *mahasiswa mode on

Selain Bach, ternyata Felix Mendelsohn Bartholdy pun pernah tinggal, berkarya, dan meninggal di Leipzig. Saya mengunjungi rumah terakhir Mendelsohn yang sekarang menjadi museum.

Salah satu ruangan di rumah Mendelsohn yang disebut ruang “Salon” (dari ruangan seperti inilah Musik Salon berasal; bukan salon tempat cuci potong rambut lho) masih digunakan hingga saat ini untuk konser dan juga bisa digunakan untuk perayaan pernikahan!

Budaya musik begitu kuat mengakar hingga saat ini. Di gereja-gereja tua di Indonesia seperti Katedral Jakarta dan Bandung kita bisa melihat pipa orgel menghiasi kemegahan interior Gereja. Di sini, orgel-orgel tersebut masih menghasikan musik untuk Misa/Kebaktian, bisa kita lihat ada dua orang musikus yang sedang berlatih di orgel Thomaskirche.

Orgel adalah alat musik yang tidak mudah untuk dimainkan. Ada banyak tombol di sisi kanan dan kiri tuts yang bisa menghasilkan bunyi yang berbeda-beda. Juga ada banyak pedal yang bisa diinjak. Jadi, bisa dibayangkan betapa banyak bunyi dan musik yang bisa dihasilkan dari alat musik ini.

Setelah berkeliling-keliling kota saya berkesempatan kembali ke Thomaskirche. Kali ini saya bisa masuk ke area altar dan saya menemukan makam J.S. Bach di sana. Terima kasih J.S. Bach untuk musik yang telah dibuat!

2 thoughts on “Leipzig, Kota Musik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s